Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Sejumlah pemimpin dunia menerima undangan untuk menghadiri pertemuan perdana “Dewan Perdamaian” yang diumumkan oleh Donald Trump dan dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari. Namun, di antara negara-negara yang diundang, terlihat perbedaan tajam antara yang menerima dan yang menolak partisipasi.
Rencana Trump untuk Gaza dan Pembentukan “Dewan Perdamaian”
Trump mengajukan rencana 20 poin untuk mengakhiri perang di Gaza, yang mencakup fase transisi di bawah pengawasan lembaga-lembaga baru. Inti dari rencana ini adalah pembentukan “Dewan Perdamaian” yang dipimpin langsung oleh Presiden AS, yang akan mengelola urusan Jalur Gaza untuk sementara waktu. Meski demikian, piagam dewan ini disebut memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu menangani konflik bersenjata di berbagai belahan dunia.
Kritik Tersirat terhadap PBB dan Perpecahan Global
Pembukaan piagam “Dewan Perdamaian” secara tidak langsung mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menekankan perlunya meninggalkan pendekatan yang dianggap gagal. Sikap ini memicu ketidakpuasan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Emmanuel Macron dan Luiz Inacio Lula da Silva, yang menekankan pentingnya memperkuat peran PBB daripada membentuk lembaga paralel.
Dukungan: Argentina dan Hungaria
Sebagian negara menyatakan dukungan tegas terhadap inisiatif ini. Argentina di bawah Presiden Javier Milei dan Hungaria yang dipimpin Viktor Orbán, secara resmi menyatakan kesediaan untuk bergabung. Hal ini menunjukkan adanya koalisi negara yang bersedia bekerja dalam kerangka yang diusulkan Trump, meskipun berpotensi menantang struktur internasional yang ada.
Penolakan Eropa: Kendala Konstitusi dan Konsultasi Uni Eropa
Di sisi lain, sejumlah negara Eropa menolak berpartisipasi. Prancis, Norwegia, Republik Ceko, dan Kroasia secara resmi menyatakan tidak ikut serta. Penolakan paling tegas datang dari Italia. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyebut bahwa “batasan konstitusional” negaranya tidak mengizinkan keanggotaan dalam lembaga yang berada di bawah kendali satu pemimpin.
Sikap Mengambang Rumania dan Ceko
Presiden Rumania mengonfirmasi menerima undangan namun menyatakan belum mengambil keputusan dan masih menunggu kejelasan format pertemuan bersama mitra Amerika. Sementara itu, Perdana Menteri Republik Ceko menyatakan negaranya akan berkonsultasi dengan anggota Uni Eropa lainnya dan untuk sementara tidak berniat bergabung.
Struktur yang Diusulkan dan Kontradiksi Gaza
Dalam fase kedua rencana ini, disebutkan pembentukan struktur administratif transisi, termasuk “Dewan Perdamaian”, “Komite Nasional (Palestina)”, “Dewan Eksekutif Gaza”, dan “Pasukan Stabilitas Internasional”.
Namun yang menjadi perhatian adalah, meskipun dewan ini diklaim dibentuk untuk mengelola krisis Gaza, piagamnya tidak secara eksplisit menyebut wilayah Palestina maupun kondisi kemanusiaan 2,4 juta warga Palestina yang tinggal di sana.
Your Comment